Showing posts with label LED. Show all posts
Showing posts with label LED. Show all posts

Rangkaian Lampu Malam 1,5 V

Rangkaian lampu malam 1,5 V
Arus yang digunakan sngat reandah (Ultra-low).
Sebuah Foto resistor switch-off (opsional) di gunakan pada rangkaian lampu malam ini untuk mematikan perangkat pada saat siang hari atau ketika lampu kamar atau ruangan menyala, sehingga pemakain energy akan lebih ekonomis.
5V pasokan baterai.1.

 tetapi, dengan menambahkan Photo resistor pada rangkaian, waktu berfungsinya perangkat akan menjadi dua kali lipat atau,  bahkan sangat mungkin tiga kali lipat.Perangkat ini akan berfungsi selama sekitar 3 bulan terus-menerus dengan memakai baterai ukuran AA biasa atau sekitar 6 bulan dengan mamakai tipe baterai alkali.
Rangkaian lampu malam ini dapat digunakan sebagai Lampu Malam ketika listrik utama mati atau tidak tersedia sehingga tidak dapat meyalakan lampu untuk penerangan di malam hari. Untuk memastikan konsumsi baterai yang minimal, satu buah baterai 1.5V digunakan, dan digunakan pengganda tegangan sederhana yang memicu lampu ultra-bright LED menyala: arus yang digunakan kurang dari 500ÂμA.

Komponen:
  • R1, R2 Resistor 1M 1/4W
  • R3 Resistor 47K 1/4W (opsional: lihat keterangan)
  • R4 Foto resistor (semua jenis, opsional: lihat keterangan)
  • C1 Polyester Kapacitor 100nF 63V
  • C2 Kapacitor elektrolit 220ÂμF 25V
  • D1 LED Merah 10mm. Ultra-bright (lihat Catatan)
  • D2 Schottky-barrier Diode 1N5819 40V 1A (lihat Catatan)
  • IC1 CMOS IC Timer 7555 atau TS555CN
  • B1 1.5V Baterai (AA atau AAA sel dll)
Cara kerja:.
 C2 dan D2 membentuk suatu pengganda tegangan yang diperlukan untuk menaikkan tegangan baterai ke nilai puncak sehingga mampu memicu LED.IC1 menghasilkan gelombang persegi di sekitar frekuensi 4Hz.

Catatan:.

5V atau kurang.IC1 harus dari jenis CMOS: hanya komponen ini yang dapat beroperasi pada tegangan 1.
Jika kau tidak memerlukan fungsi kerja Photo resistor, hilangkan R3 & R4 dan hubungkan pin 4 dari IC1 ke pasokan tegangan positif.
LED biasa dapat digunakan, namun intensitas cahaya akan menjadi berkurang.
Sebuah dioda 1N4148 tipe biasa dapat digunakan sebagai pengganti dioda 1N5819 jenis Schottky-barrier, namun intensitas LED akan berkurang karena drop tegangan yang lebih tinggi.
Setiap jenis dioda Schottky-barrier dapat digunakan di tempat 1N5819 tersebut pada rangkaian lampu malam.
11:21 PM | 0 comments | Read More

Rangkaian Flip Flop

Rangkaian Flip Flop
Rangkaian Flip Flop merupakan rangkaian yg memakai trigger, karenanya akan menghasilkan angka logic berupa 1 dan 0 disaat keluarnya. Keadaan ini terjadi karena pengaruh apabila keduanya ataupun salah satu dari angka tersebut dimasukkan. Kapasiatasnya sendiri adalah satu bit. Namun hal ini hanya berlaku apabila salah satu dr daya mereka masing terhubung ataupun terpasang.
Rangkaian Flip Flop bila dibandingkan dengan fungsi dari gerbang logic dasar serta kombinasi adalah sangat jauh berbeda. Penyebabnya adalah karena keluaran dr flip flop itu sering menggantung di keadaan awal. Keadaan ini dapat juga bisa menjadikan keluarannya menjadi kondisi memory atau tidak berubah keluarannya. Nah inilah yang menjadi penyebab kenapa flip flop itu lebih sering dipakai untuk elemen memori.

Prinsip kerja dari rangkaian flip flop dibandingkan dengan prinsip dari kerja transistor sebagai saklar adalah sama, yaitu apabila rangkaiannya diberi tegangan maka salah-satu dr kondisi transistornya menjadi hidup. Keadaan ini pula memiliki ketergantungan kepada kapasitor yang memiliki ketinggian muatan yang lebih jika dibandingkan dengan komponen lainnya. Bila lebih diperinci lagi, sebuah kapasitor yang ketinggian muatannya lebih akan menyebabkan lepasnya muatan listrik lebih dulu kemudian terjadi hubungan antara kaki transistor dengan kapasitor yg kondisinya sedang on.
Untuk merubah memory yg ada pada flip flop, kita harus memberikan clock pd masukan-nya. Rangkaian dasar yg berupa latch lah yang sebenarnya menjadi penyusun flip flop.  Untuk jenis latch yg digunakan adalah memakai jenis latch – RS. Jenis latch tersebut digunakan karena bisa dibentuk dr gerbang logic NOR dan NAND. Berbeda dengan fungsi awalnya yg sangat tergantung dengan kondisi tertentu. Keadaan ini juga yg mengakibatkan tidak berubahnya keluaran.
Apabila latch di kedua kaki memiliki logic 0, akan menyebabkan keluaran flip flop nggak akan berubah atau sama seperti pada keadaan semula. Sebaliknya bila latch itu memiliki logic 1, akan menyebabkan keluaranna dari flip flop menjadi tidak bisa kita tentukan. Penyebabnya adalah keadaannya yang tidak tergantung dengan komponen lain-lainnya. Flip Flop – RS sendiri dibangun dr gerbang logic AND yg saling dihubungkan secara silang.
Semua transistor yg keadaannya masih on menjadikan kapasitor tersambung dgn kaki kolektron dan akhirnya diisi dengan muatan. Namun bila hanya salah satu transistor saja yang on, maka transistor lainnya akan menjadi off. Reaksi tersebut akan terus menerus terjadi dengan berganti-gantian yang menyebabkan aliran lampu yang menyala, yang kita sebut sebagai rangkaian flip flop.
12:24 PM | 0 comments | Read More

Light Emitting Diode atau biasa disebut LED

LEDLight Emitting Diode atau biasa disebut LED adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan masih termasuk dalam kategori dioda. Tetapi LED mempunyai keistimewaan yaitu dapat memancarkan cahaya seperti lampu. LED strukturnya sama dengan Dioda, yaitu menggunakan sambungan P dan N. Untuk dapat menghasilkan emisi cahaya pada semikonduktor, bahan pengotor atau doping yang dipakai adalah galium, arsenic, dan phospor. Bahan pengotor atau doping yang berbeda akan menghasilkan yang berbeda juga. Warna LED yang umum adalah Merah, Kuning, Hijau, Biru, Putih.

Kelabihan dari LED ini adalah konsumsi listrik yang lebih rendah dibandingkan dengan lampu atau yang lainnya bila digunakan sebagai sumber cahaya. Selain itu kelebihan lainnya adalah tahan lama, murah, dan tersedia dalam berbagai warna sesuai dengan kebutuhan. Dengan perkembangan teknologi, sekarang LED digunakan untuk penerangan ruangan dengan pertimbangan konsumsi daya yang lebih rendah. Sehingga dengan daya dan biaya minimal sudah dapat digunakan untuk penerangan yang setara dengan lampu TL.

Cara Kerja LED:

Seperti halnya dioda, maka LED juga memiliki 2 kutub yaitu Anoda dan Katoda. LED akan menyala apabila mendapat bias Forward atau ada arus listrik yang mengalir dari Anoda ke Katoda. Dalam rangkaian Elektronika pemasangan kaki LED tidak boleh terbalik, karena apabila terbalik atau mendapat bias Reverse maka LED tidak akan menyala. LED memiliki karakteristik yang berbeda menurut warna yang dihasilkan. Arus listrik yang diperbolehkan untuk LED berkisar antara 10 mA - 20 mA dan pada tegangan 1,6 Volt - 3,5 Volt sesuai dengan warna yang dihasilkan. Apabila Arus atau Tegangan yang mengalir lebih dar ketentuan tersebut, maka LED akan terbakar atau putus. Untuk Menyiasati hal tersebut dapat menggunakan Resistor yang berfungsi sebagai pembatas arus dan pembagi tegangan.
1:40 PM | 0 comments | Read More